Newest Info

Selalu uji designmu dengan prototyping

23 Oktober 2017 | Dwinawan Hariwijaya via medium
post image

Andi menghabiskan beberapa hari untuk membuat sebuah design app, dimana app tersebut berfungsi untuk menyajikan berita terbaru sesuai dengan selera penggunanya setiap hari. Andi sangat yakin dengan design nya, setelah design nya jadi… Andi langsung menyerahkan semua design nya ke divisi pemrograman. Setelah beberapa minggu pengerjaan akhirnya app nya telah selesai dan siap untuk dirilis. Setelah aplikasi itu mulai di download dan digunakan oleh beberapa orang… banyak komentar keluhan dari para pengguna. Ada yang bilang “Tombol search nya gak ada ya?”, padahal Andi sudah membuat nya di pojok kanan atas, tapi entah kenapa mereka tidak menyadarinya. Ada yang bilang “ini cara baca artikelnya gimana?, udah diklik judul artikelnya tapi enggak mau kebuka” , Andi tidak menyangka bahwa pengguna akan memencet judul artikel untuk membuka artikel, sedangkan Andi membuat interaksi untuk membuka artikel harus memencet gambar / thumbnail nya. Karena banyaknya keluhan tersebut, Maka Andi harus merubah design aplikasi tersebut. Dan mau tidak mau divisi pemrograman harus bekerja lagi untuk mengerjakan design terbaru dari Andi Andi bisa saja mengetahui keluhan keluhan tersebut diawal jika Andi membuat prototype dari design app nya dan kemudian diujikan kepada orang orang. Kita semua membuat design dengan menggunakan asumsi/perkiraan. Kita membuat sebuah design tombol dan berasumsi para pengguna bisa mengetahui itu adalah tombol. Tapi apakah asumsi kita benar? Cara paling mudah untuk mengetahuinya adalah dengan membuat sebuah prototype dari design yang kita buat dan kemudian melihat bagaimana orang orang memakainya. Kita bisa membuat protoype dengan menggambar di kertas. Kita bisa mulai menggambar dari halaman ketika pertama kali user masuk app , lalu halaman setelah user memencet tombol, lalu dilanjutkan halaman halaman lain. Prototype jenis ini disebut Paper Prototyping. Untuk pengujiannya, Anda bisa menunjukkan user halaman awal, lalu minta dia untuk melakukan sesuatu. Ketika dia memencet suatu tombol maka ganti kertas dengan halaman yang sesuai dengan yang ia pencet. Keunggulan metode ini adalah kita bisa dengan cepat mengujikan design atau konsep design yang sedang kita pikirkan kepada user. Kita bisa juga membuat prototype dari hasil design yang sudah kita buat. Lalu menghubungkan antar halaman design tersebut menggunakan Marvel, Invision atau tools lainnya. Prototype ini disebut Digital Prototyping. Silahkan coba untuk mengklik klik Prototype diatas. Untuk pengujian Digital Prototype ini mirip dengan Paper protoype. Hanya saja karena ini sudah berbentuk digital Anda bisa menaruh prototype ini di hp Anda dan bisa mengujikannya dengan memberikan hp Anda yang sudah terdapat prototype ini ke user. Keunggulan metode ini dibanding Paper…. IndonesiaIT 2017, [...], Artikel ini di ambil dari feed medium, untuk pengalaman baca yang lebih baik, silahkan kunjungi situ aslinya. IndonesiaIT - Software Developer Terbaik. Baca Selengkapnya.