Newest Info

Software murah, software developer murahan

15 Oktober 2017 | Joshua ??? Partogi via medium
post image

The bitterness of poor quality remains long after the sweetness of low price is forgotten. — Benjamin Franklin Dalam tender proyek software, kecenderungan kita adalah memilih vendor dengan penawaran termurah. Software development hingga hari ini di mayoritas perusahaan Indonesia masih dipandang sebagai cost-centre. Kecenderungan kita adalah memotong biaya adalah dengan memilih penawaran termurah. Ketika kita memandang software sebagai cost centre kita cenderung mencari cara untuk memotong biaya, karena memang demikian yang diajarkan ke kita di pelajaran akuntansi. Untuk apa kita membayar mahal sesuatu yang merupakan cost centre? Di tender proyek software di kalangan pemerintahan bahkan pihak-pihak yang berkuasa tidak ragu untuk meminta vendor menurunkan harga agar pemerintah mendapatkan tambahan yang bisa masuk kantong mereka. Di Indonesia, secara umum software belum dipandang sebagai profit influencer apalagi sebagai profit centre. Baru-baru ini sebuah perusahaan yang cukup ternama dari Seattle, USA mengajak saya untuk melakukan interview di kota Brisbane, Australia bahkan berani menanggung biaya tiket saya untuk terbang ke Brisbane. Perusahaan ini sadar benar kalau di abad 21 ini software bisa men-drive profit ke dalam perusahaan oleh karena itu mereka tidak tanggung-tanggung mencari software developer terbaik untuk kerja di perusahaan mereka. The future is software. Software is eating the world. Pertanyaan saya untuk anda, seberapa sering kita berani mengirimkan orang-orang kita ke seluruh penjuru dunia dan bahkan menanggung ongkos tiket pesawat software developer yang akan di-interview dengan resiko software developer tersebut belum tentu diterima hanya demi mendapatkan software developer yang hebat untuk perusahaan? Seberapa sering kita memperjuangkan talenta software development untuk masuk ke perusahaan kita bahkan sampai mengeluarkan biaya yang tidak tanggung-tanggung? How often do we fight for great software developers, people who can write quality code? Kita lebih memilih software developer yang saat ini tersedia di job market bahkan kalau perlu memilih yang semurah mungkin. Kita lebih cenderung mengutamakan harga daripada greatness. Kenapa kita bisa memiliki paradigma seperti ini? Baru-baru ini saya mengajak anak saya untuk bermain di Kidzania dan di sana dia mendapatkan kesempatan untuk menggunakan simulator pesawat terbang yang dirancang untuk anak-anak sekolah dasar. Seusai selesai menggunakan simulator pesawat tersebut dia menghampiri saya dan mengatakan kepada saya: “Daddy I just flew the plane from Bali to Jakarta, it’s so easy. I want to fly a plane now”. Tentu saja saya tidak akan mengijinkan dia menerbangkan pesawat dan saya pun tidak mau dia memiliki anggapan kalau menerbangkan pesawat itu mudah. Di Indonesia karena maraknya pembajakan software, hal ini menyebabkan masih banyak…. IndonesiaIT 2017, [...], Artikel ini di ambil dari feed medium, untuk pengalaman baca yang lebih baik, silahkan kunjungi situ aslinya. IndonesiaIT - Software Developer Terbaik. Baca Selengkapnya.