Newest Info

Kita Agile sih, tapi ya gitu deh

15 Oktober 2017 | Joshua ??? Partogi via medium
post image

Obral-obral kata Agile biar keliatan keren. Belakangan kata Agile mulai sering dipakai oleh banyak kalangan. Mulai dari ibu-ibu di pasar, supir ojek sampai CIO yang baru baca artikel dari website CIO.com. Obrolan mengenai Agile kian marak di setiap sudut kota mulai dari pasar-pasar sampai lapangan golf. Pokoknya Agile lagi ngetren deh. Kalau lu ga pake kata Agile, ga gaul lu. Banyak perusahaan yang jadi sama seperti anak ABG yang ikut-ikutan gaya temannya supaya tidak ketinggalan tren. I invented Extreme Programming to make the world safe for programmers. — Kent Beck Industri software development di Indonesia mengalami kemajuan dengan adanya gerakan seperti Scrum Day Bandung dan SARCCOM yang menekankan professionalisme dalam software development. Tapi ya gitu deh. Belakangan ini menjadi mundur ke belakang lagi karena ada kalangan yang menahan pergerakan itu dengan membingungkan masyarakat dan memasukkan definisi dia sendiri mengenai Agile yang tidak sejalan dengan Agile values & principles. Kata Agile sekarang ini mengalami difusi semantik dan sering kali di-abuse untuk tujuan yang salah oleh kalangan tertentu. Dengan pemahaman yang terbatas, orang-orang menginterpretasikan Agile untuk keuntungan sepihak. Dan ujung-ujungnya yang lagi-lagi merana adalah software developer. Ya naseeb ya naseeb. Baru pake JIRA sudah bisa ngaku Agile. agile (adj) : able to move quickly and easily Semua perusahaan mengaku kalau perusahaannya sudah Agile, walaupun apa yang mereka maksud dengan Agile juga tidak jelas. Bahkan terkadang bukan hanya definisi Agile mereka tidak sesuai dengan Agile values and principles, definisi tersebut tidak sesuai kamus Bahasa Inggris. Setiap orang memiliki definisinya sendiri-sendiri mengenai apa itu Agile karena tidak ada definisi konkrit mengenai Agile dan sering kali hal ini hanya membuat semakin banyak kostumer, software developer dan pimpinan perusahaan semakin bingung dengan Agile. Di satu sisi kebingungan tersebut menjadi lahan subur bagi sebagian pihak yang ingin memasukkan doktrin Agile mereka sendiri. 1. Kita Agile sih, tetapi scope dan time masih fixed Cheetah in a cage Agile dalam fixed scope dan fixed deadline …. coba pikirkan sejenak. Cheetah seringkali dipakai untuk menggambarkan Agile. Agile dalam fixed scope dan fixed deadline seperti Cheetah yang berada dalam kerangkeng! Kalau fixed scope dan fixed time adalah Agile, lalu apa yang membedakannya dengan Waterfall? Kalau fixed mindset kita anggap Agile, mungkin ada yang salah dengan cara kita menerjemahkan Agile dari kamus. Can something that is fixed become Agile, move with flexibility? Agile with fixed scope and fixed deadline doesn’t make any sense. It can not be Agile. It’s mini-waterfall! Stop fooling…. IndonesiaIT 2017, [...], Artikel ini di ambil dari feed medium, untuk pengalaman baca yang lebih baik, silahkan kunjungi situ aslinya. IndonesiaIT - Software Developer Terbaik. Baca Selengkapnya.