Newest Info

Mechanical Scrum dan Technical Debt

15 Oktober 2017 | Joshua ??? Partogi via medium
post image

Menuju Professional Scrum dan Quality first Seorang Scrum Master baru-baru ini mengirim pesan ke saya lewat WhatsApp mengenai mengenai dua insiden keamanan web yang menimpa dua startup yang cukup terkenal dalam minggu yang sama: Celah Keamanan Pada API Terungkap, GO-JEK Nyatakan Semua Isu Telah Beres Kasus Pembobolan Situs Tiket Online, Ini Penjelasan Citilink Pembicaraan lalu berkembang dan pertanyaan pun muncul, kedua perusahaan yang diberitakan ini adalah perusahaan yang cukup dikenal menggunakan Scrum dan cukup sering membicarakan mengenai Scrum di sosial media maupun di acara-acara komunitas, lalu kenapa mereka masih memiliki masalah seputar kualitas? Bukankah dengan Scrum seharusnya kualitas produk menjadi lebih baik? Terus terang saya tidak bisa menjawab pertanyaan tersebut karena saya juga tidak tahu jenis Scrum yang digunakan di kedua perusahaan tersebut. Menggunakan Scrum saja belum tentu menghasilkan software berkualitas tinggi. Kerangka kerja Scrum seharusnya menyediakan kesempatan bagi perusahaan untuk selalu meningkatkan kualitas dari softwarenya. Namun outcome dari Scrum sangat bergantung bagaimana Scrum digunakan di perusahaan tersebut. Secara umum ada dua macam penggunaan Scrum di industri software saat ini: Mechanical Scrum. Professional Scrum. Setiap perusahaan belakangan ini bisa dengan mudah mengatakan kalau mereka telah menggunakan Scrum atau sudah Agile hanya supaya mereka tidak ketinggalan tren. Pertanyaannya adalah, apakah Scrum yang dilakukan di perusahaan adalah Mechanical Scrum atau Professional Scrum? Mechanical Scrum / Flaccid Scrum Di tahun 2009, Martin Fowler, salah satu dari Agile Manifesto signatory mendeskripsikan mengenai Flaccid Scrum. Saya pribadi lebih suka menyebutnya Mechanical Scrum. Flaccid Scrum atau Mechanical Scrum adalah Scrum, namun Scrum yang hanya fokus di level permukaan saja. Mechanical Scrum sangat mudah untuk dilakukan karena Mechanical Scrum hanya fokus pada ritual-ritual yang kelihatan saja. Mechanical Scrum hanya fokus pada aturan main dan mekanik Scrum saja. Hanya karena saya tahu aturan main sepakbola, belum tentu saya bisa memenangkan pertandingan sepakbola. Hanya karena saya tahu menyetir mobil, bukan berarti saya bisa menjadi juara di Grand Prix F1. Secara umum Mechanical Scrum hanya fokus pada: Menjalani event Scrum hanya sebagai ritual dan compliance. Tidak jarang hanya menjalani Daily Scrum saja. Kalau sudah menjalani Daily Scrum berarti sudah menggunakan Scrum. Anggapannya Scrum adalah hanya sebatas Daily Scrum. Itupun Daily Scrum digunakan hanya sebagai status update untuk manajer proyek. Fokusnya adalah: yang penting ritual dalam Scrum semuanya sudah dijalankan. Penggunaan tools seperti JIRA. Persepsinya kalau sudah menggunakan JIRA berarti sudah menggunakan Scrum. Scrum tidak lebih dari penggunaan JIRA. Pemahaman kalau Scrum hanya metodologi manajemen proyek. Sprint hanya digunakan sebagai mini-deadline…. IndonesiaIT 2017, [...], Artikel ini di ambil dari feed medium, untuk pengalaman baca yang lebih baik, silahkan kunjungi situ aslinya. IndonesiaIT - Software Developer Terbaik. Baca Selengkapnya.